BKAD Kabupaten Gorontalo Perdalam Strategi Pembiayaan Transisi Net Zero untuk Dukung Transformasi Layanan Kesehatan.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam mendukung pembangunan berkelanjutan kembali diperkuat melalui partisipasi Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Gorontalo pada Training Penguatan Kapasitas Tenaga Kesehatan dan ASN dalam Implementasi Transisi Net Zero di Fasilitas Kesehatan yang digelar di Aston Hotel Gorontalo, Selasa (2/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, BKAD Kabupaten Gorontalo diwakili oleh Kepala Bidang Anggaran, Arifin Ibrahim. Keikutsertaan BKAD menjadi bagian penting dalam memperluas pemahaman terkait strategi pembiayaan dan penganggaran yang mendukung implementasi transisi menuju fasilitas kesehatan yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan.

Pelatihan ini merupakan bagian dari penelitian PAIR NZ 2.4: Financial Analysis, Blended Financing, and Procurement for Transitioning Net Zero in Healthcare yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Universitas Hasanuddin. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor kesehatan dan pemerintahan daerah di Provinsi Gorontalo untuk memperkuat sinergi dalam mendukung agenda transisi Net Zero Emission di sektor kesehatan.
Selain BKAD, pelatihan juga diikuti oleh Dinas Kesehatan, RSUD Aloei Saboe, Bappeda, serta Biro Pengadaan Barang dan Jasa. Melalui forum ini, peserta mendapatkan penguatan kapasitas mengenai analisis pembiayaan, skema pendanaan inovatif, dan pengadaan berkelanjutan yang menjadi faktor penting dalam mendukung target Net Zero Emission pada sektor kesehatan. Adapun lokus penelitian dalam kegiatan ini adalah RSUD Aloei Saboe Kota Gorontalo dan Puskesmas Biluhu Kabupaten Gorontalo, yang menjadi objek kajian dalam pengembangan strategi transisi menuju fasilitas kesehatan rendah emisi dan berkelanjutan.
Partisipasi BKAD Kabupaten Gorontalo dalam kegiatan ini mencerminkan upaya pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kapasitas aparatur dalam merumuskan kebijakan keuangan yang adaptif terhadap tantangan pembangunan masa depan. Dengan dukungan perencanaan dan pembiayaan yang tepat, transformasi layanan kesehatan yang berkelanjutan diharapkan dapat diwujudkan secara bertahap serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.