Pemkab Gorontalo Gaungkan Revitalisasi Bahasa Daerah, Kepala Bkad Angkat “Limo Falsafah Lo Mongo Panggola” Di Ajang Pidato.

LIMBOTO — Pemerintah Kabupaten Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan bahasa dan budaya lokal melalui Lomba Pidato Bahasa Gorontalo antar pimpinan OPD dan camat se-Kabupaten Gorontalo. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Dinas Dikbud, Senin (24/11), ini dibuka Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, yang menegaskan bahwa pelestarian bahasa daerah harus menjadi gerakan kolektif. Menurutnya, pemerintah perlu menjadi motor penggerak dengan menciptakan ruang-ruang kreatif agar bahasa Gorontalo tetap hidup di lingkungan birokrasi.

Sebagai rangkaian peringatan HUT Kabupaten Gorontalo ke-352, ajang ini berlangsung meriah dan penuh nuansa budaya. Para peserta tampil mengenakan sulaman Karawo, menampilkan kekayaan wastra lokal yang telah dikenal secara nasional. Kompetisi mengangkat empat tema utama: pelestarian bahasa oleh generasi muda, budaya Gorontalo di era globalisasi, bahasa sebagai identitas, serta menjaga warisan leluhur.

Salah satu penampilan yang menjadi sorotan berasal dari Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Hariyanto Manan). Ia membawakan pidato bertema “Limo Falsafah lo Mongo Panggola”, lima falsafah luhur dari orang tua terdahulu yang sarat nilai kehidupan. Dalam penyampaiannya, Hariyanto menekankan bahwa falsafah tersebut tidak hanya relevan bagi pembentukan karakter pribadi, tetapi juga dapat menjadi pedoman etika kerja dan moralitas dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Para peserta diwajibkan menyampaikan pidato sepenuhnya dalam bahasa Gorontalo dengan penilaian yang mencakup penggunaan kaidah bahasa, penguasaan materi, intonasi, hingga kedalaman pesan. Melalui kegiatan ini, Pemkab Gorontalo berharap penggunaan bahasa daerah tidak sekadar berlangsung dalam acara seremonial, tetapi juga semakin umum diterapkan dalam pelayanan publik dan komunikasi pemerintahan.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Tonny S. Junus, Sekda Sugondo Makmur, Ketua TP-PKK Ny. Maryam Sofyan Puhi, serta para asisten dan pimpinan OPD. Kehadiran para pejabat tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya revitalisasi bahasa dan budaya Gorontalo sebagai bagian dari kekuatan jati diri daerah.